Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Sebuah Blog yang membahas tentang ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosila dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Senin, 26 November 2012

Pentingnya Pendidikan Sex dalam Pengajaran di Sekolah


Pentingnya Pendidikan Sex Dalam Pengajaran Di Sekolah

sex education atau pendidikan seks sangat bagus jika dimasukan kedalam pengajaran di sekolah, dengan cara memberikan materi berupa pengetahuan tentang fungsi organ refroduksi dengan disertai penanaman moral etika agar tidak terjadi penyalahgunaan organ refroduksi.  karena, Pendidikan seks merupakan masalah seumur hidup, dimulai sejak lahir sampai mati, dimana setiap fase perkembangan berbeda dalam kehidupan seks, tetapi fase-fase itu merupakan rentetan yang saling berkaitan. Selain itu merupakan upaya pengajaran, penyadaran dan penerangan serta membimbing seseorang untuk dapat memahami dan mendayagunakan potensi dirinya yang berhubungan dengan fungsi seksualnya sehingga menghasilkan manusia yang dapat menyesuaikan dirinya serta dapat bertanggung jawab terhadap dirinya dan orang lain. Fungsi pendidikan seks adalah untuk menjadikan manusia yang berarti mampu mengadakan hubungan yang hetero seksual yang normal.
Untuk membentuk seseorang  yang betul-betul matang yang akan menggunakan seksualitasnya dengan bertanggung jawab dengan demikian membawa kebahagian bagi diri sendiri dan lingkungan.
Pendidikan sex merupakan pengetahuan yang perlu diketahui oleh setiap individu sejak dini baik laki-laki maupun perempuan untuk kebahagian hidup dan keharmonisan dalam lingkungannya. Dengan pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh individu tentang seks, maka ia akan lebih matang dan dewasa dalam menjalani kehidupannya.
Dengan demikian perlu pendidiakan seks sejak dini untuk membantu agar terhindar dari pengaruh seks yang menyimpang dan keluar dari jalur agama, pornografi dan aksi lebih berbahaya dari pada narkoba itu dapat merusak seluruh jaringan otak dan untuk mendapatkan hal yang berbau porno sangat mudah dan murah cukup dengan membuka internet saja sudah dapat diakses maka, kembali kepada diri kita bagaimana agar kita tidak terjerumus kedalam hal tersebut.
Perlu kita ketahui, dalam diri setiap manusia memiliki aspek yang harus di asah atau di kembangkan agar menjadi genarasi manusia yang bermoral dan berilmu yaitu;  
1. aspek kognitif yaitu potensi kemampuan, dimana intelegensi (kecerdasan) yang menjadi pusat perkembangannya, karena pada dasarnya setiap manusia diberi modal dasar yaitu akal yang perlu dikembangkan, sehingga mampu berpungsi secara optimal.
2. aspek afektif yaitu sikap atau prilaku yang lahir sebagai pengalaman dari hasil pendidikan, karena melalui pendidikan dan pembinaan yang sesuai manusia menjadi berkepribadian mulia.  
maka bentuk pendidikan seks yang dapat diterapkan adalah
1.      Menanamkan jiwa maskulin bagi anak laki-laki dan feminim bagi anak perempuan. Sejak dini anak-anak perlu dikenal identitas dirinya dengan mendidik bermain, berbicara dan bersikap sesuai dengan jenis kelaminnya. Peran orang tua dalam hal ini sangat menentukan. Jika anak dibiarkan bersikap seperti lawan jenisnya, maka setelah ia dewasa akan terjadi penyimpangan seksual yaitu homoseksual atau lebih.
2.      Membiasakan anak bersopan santun. seorang anak yang telah mencapai usia sekolah harus diajarkan sopan santun dalam bergaul.
3.      Memisahkan tempat tidur. Ketika anak sudah mencapai 10 tahun, orangtua diperintahkan untuk memisahkan tempat tidur anak perempuan dari anak laki-laki jika tempat tidur mereka tidak dipisahkan, sementara mereka mulai beranjak dewasa maka dikhawatirkan terjadi perbuatan yang tidak senonoh.    
4.      Membiasakan berpakaian sesuai ajaran islam. Orang tua harus mengenalkan anak-anaknya untuk berpakaian menutup auratnya. Pakaian seronok dan seksi akan menimbulkan pikiran yang kotor bagi orang yang melihatnya. Timbulnya pelecehan seksual biasanya diawali karena cara berpakaian yang mengandung nafsu birahi.
5.      Memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seks. Pendidikan sek harus diinformasikan kepada anak yang sedang memasuki masa akil balig yakni mengenai ihtilam dan haid. Ihtilam yaitu peristiwa psiologis yang terjadi pada seorang manusia yang berupa mimpi dan disertai dengan memancarkan sperma ihtilam terjadi pada anak laki-laki berusia sekitar umur 14-15 tahun. Sedangkan bagi anak perempuan masa aqil balig ditandai dengan haid pada usia sekitar 11-13 tahun.    
Demikian sebuah artikel yang saya tulis, mudah-mudah bermanfaat bagi kita semua. Mari kita perangi dan hindari pornografi dan porno aksi karna itu dapat membuat generasi yang bodoh, malas, tidak bermoral dan membunuh karakter setiap manusia.

0 komentar:

Poskan Komentar